Interview kerja bahasa Inggris: pertanyaan yang sering muncul dan cara berlatih
Dalam interview kerja bahasa Inggris, pewawancara tidak menilai aksen atau kosakata yang rumit, tetapi apakah Anda memahami pertanyaan, mudah dipahami, dan bisa memberi contoh kerja yang konkret. Siapkan jawaban singkat untuk pertanyaan umum dalam bentuk kata kunci, kuasai beberapa frasa penting, lalu latih dengan mengucapkannya langsung.
Dalam interview kerja bahasa Inggris, pewawancara tidak menilai aksen Anda atau seberapa rumit kosakata Anda, tetapi apakah Anda memahami pertanyaan, mudah dipahami, dan bisa memberi contoh kerja yang konkret. Siapkan jawaban singkat untuk pertanyaan umum dalam bentuk kata kunci, kuasai beberapa frasa penting, hindari kesalahan khas penutur bahasa Indonesia, lalu latih semuanya dengan suara keras.
Interview dalam bahasa Inggris umum ditemui di perusahaan multinasional, startup teknologi, perbankan, hotel, dan perusahaan dengan klien luar negeri, kadang hanya sebagian sesi saja: pewawancara tiba-tiba berkata "Okay, let's continue in English." Panduan ini untuk Anda yang cukup paham bahasa Inggris tetapi sering tersendat saat harus berbicara.
Apa yang sebenarnya dinilai dalam interview bahasa Inggris?
- Apakah Anda mudah dipahami. Kalimat pendek, pengucapan jelas, tempo yang tidak terburu-buru. Aksen bukan masalah; yang jadi masalah adalah kalimat yang sulit diikuti.
- Apakah Anda memahami pertanyaannya. Karena gugup, banyak kandidat langsung menjawab setelah mendengar separuh pertanyaan. Meminta pertanyaan diulang bukan tanda kelemahan.
- Apakah ada contoh konkret. Kalimat sederhana yang berisi angka dan hasil lebih kuat daripada kalimat indah yang kosong.
- Apakah Anda bisa terus berbicara. Fasih bukan berarti tata bahasa sempurna, tetapi tetap bisa menyelesaikan jawaban meski sempat tersendat.
Artinya, waktu Anda lebih berguna untuk menyiapkan jawaban yang jelas daripada menghafal kosakata "tingkat tinggi".
Pertanyaan yang sering muncul dan contoh pembuka jawabannya
Contoh di bawah ini fiktif. Jangan dihafal; perhatikan cara membukanya.
"Tell me about yourself." Posisi Anda sekarang, satu pengalaman penting, dan alasan melamar posisi ini.
"I'm a digital marketing specialist at an e-commerce company in Jakarta. For the last three years, I've managed our social media ads. Now I'd like to take on a role with more responsibility for strategy."
"Why do you want to work here?" Satu hal konkret tentang perusahaan dan kaitannya dengan Anda.
"I've followed your expansion to smaller cities, and I'd like to help reach customers outside Java."
"Why are you leaving your current job?" Alasan yang mengarah ke depan.
"I've learned a lot in my current role, and I'm ready to handle bigger accounts."
"Tell me about a challenge you faced." Situasi, tindakan Anda, hasil.
"Last year, our main supplier stopped delivering two weeks before Ramadan. I contacted three new suppliers in two days and split the order between them. We kept the stock available during the busiest season."
"What is your greatest weakness?" Kekurangan yang jujur dan apa yang sedang Anda lakukan.
"I used to avoid presenting in meetings. So now I volunteer to present our monthly report to the team."
"What are your salary expectations?" Kisaran dan dasarnya.
"Based on the role and my experience, I'm expecting something between … and … per month. I'm open to discussing the full package."
"Do you have any questions for us?"
"Yes. What would you expect from me in the first three months?"
Daftar pertanyaan yang lebih lengkap, beserta apa yang dinilai di setiap pertanyaan, ada di panduan pertanyaan interview kerja. Untuk pertanyaan pembuka, lihat juga cara menjawab "ceritakan tentang diri Anda".
Frasa bahasa Inggris apa yang paling berguna?
Saat tidak menangkap pertanyaan:
- "Sorry, could you repeat the question, please?"
- "Just to make sure I understand, do you mean…?"
Saat butuh waktu berpikir:
- "That's a good question. Let me think for a moment."
- "Let me give you an example."
Untuk menjelaskan peran Anda:
- "I'm responsible for…"
- "My main task was to…"
- "I worked closely with the finance team on…"
Untuk menutup jawaban:
- "So that's how I handled it."
- "In short, …"
Delapan sampai sepuluh frasa ini membuat Anda tetap punya pegangan saat gugup.
Kesalahan apa yang sering dibuat penutur bahasa Indonesia?
- Lupa mengubah bentuk waktu. Bahasa Indonesia tidak punya tenses, jadi muncul "Last year I manage the team." Seharusnya: "Last year I managed the team." Perhatikan terutama cerita masa lalu.
- "I have experience for three years in sales." Lebih alami: "I have three years of experience in sales."
- "I am agree." Terjemahan langsung "saya setuju". Cukup: "I agree."
- "I very like working with people." Dari "saya sangat suka". Seharusnya: "I really like working with people."
- Lupa bentuk jamak. "I handled many project" menjadi "many projects".
- Tertukar "he" dan "she". Karena "dia" berlaku untuk keduanya. Hati-hati saat bercerita tentang atasan atau klien.
- "Discuss about". Dari "diskusi tentang". Cukup: "We discussed the budget."
- False friend "actual". "Aktual" dalam bahasa Indonesia berarti terkini, sedangkan "actual" dalam bahasa Inggris berarti sebenarnya. Untuk terkini, pakai "current" atau "latest".
- Menerjemahkan jabatan secara harfiah. "I am a staff" kurang tepat karena "staff" berarti seluruh karyawan; sebutkan jabatannya, misalnya "I'm an admin assistant" atau "I work as a finance officer". "Kepala bagian" bukan "head of part", tetapi "department head" atau "section head". Tambahkan satu kalimat tentang apa yang benar-benar Anda kerjakan.
- "Sir" dan "Madam" di setiap kalimat. Kebiasaan "Bapak/Ibu" terbawa. Sekali di awal cukup; selebihnya bicara langsung.
- Jawaban terlalu panjang dan naskah hafalan. Mencari kata membuat jawaban melebar sampai tiga menit, dan naskah hafalan langsung buyar saat ada pertanyaan lanjutan. Targetkan satu sampai satu setengah menit.
Bagaimana cara berlatih interview bahasa Inggris secara lisan?
- Pilih 5–6 cerita (satu tantangan, satu kesalahan, satu pencapaian, satu kerja tim) dan tulis tiga atau empat kata kunci bahasa Inggris untuk masing-masing, bukan naskah lengkap.
- Ucapkan dengan suara keras dan pakai stopwatch. Mengulang dalam hati tidak cukup; bagian yang membuat Anda tersendat baru terasa saat diucapkan.
- Rekam dan dengarkan. Perhatikan kata pengisi seperti "eee", "basically", atau "so…" yang terlalu sering.
- Minta dipotong. Minta teman bertanya "Can you give me a number?" atau "What did you do?", seperti yang sering terjadi di interview user.
- Sedikit setiap hari. Dua puluh menit sehari selama sepuluh hari lebih efektif daripada tiga jam semalam sebelum interview.
Langkah persiapan lengkapnya ada di panduan persiapan interview kerja.
Pertanyaan umum
Apakah aksen Indonesia jadi masalah saat interview bahasa Inggris?
Tidak, selama ucapan Anda jelas. Jangan habiskan waktu untuk meniru aksen tertentu. Berbicara sedikit lebih pelan, mengucapkan akhir kata dengan jelas, dan memakai kalimat pendek jauh lebih berpengaruh.
Bagaimana kalau lupa kata dalam bahasa Inggris di tengah jawaban?
Jangan berhenti lama. Jelaskan dengan kata yang lebih sederhana, misalnya "the system we used to track orders". Pewawancara ingin memahami maksud Anda, bukan menguji kamus.
Bolehkah sesekali memakai bahasa Indonesia?
Jika interview dijadwalkan dalam bahasa Inggris, tetaplah dalam bahasa Inggris, karena sering kali justru itu yang sedang dinilai. Jika pewawancara sendiri beralih ke bahasa Indonesia, Anda boleh mengikutinya.
Perlukah sertifikat TOEFL atau IELTS untuk interview?
Tergantung lowongannya. Beberapa perusahaan memintanya di syarat lamaran, tetapi saat interview yang dinilai adalah kemampuan Anda berbicara secara langsung. Skor tinggi tidak menggantikan latihan menjawab secara lisan.