Kekurangan diri saat interview: cara menjawab dan contohnya
Saat ditanya "apa kekurangan Anda?", sebutkan satu kekurangan yang nyata dan bukan inti dari pekerjaan yang dilamar, beri contoh singkat kapan itu terjadi, lalu jelaskan langkah konkret yang sedang Anda lakukan untuk memperbaikinya. Hindari kekurangan palsu seperti "saya terlalu perfeksionis".
Saat ditanya "apa kekurangan Anda?" atau "apa kelemahan terbesar Anda?", sebutkan satu kekurangan yang nyata dan bukan inti dari pekerjaan yang dilamar, beri contoh singkat kapan itu terjadi, lalu jelaskan langkah konkret yang sedang Anda lakukan untuk memperbaikinya. Hindari kekurangan palsu seperti "saya terlalu perfeksionis": pewawancara mendengarnya hampir setiap hari.
Mengapa pewawancara menanyakan kekurangan diri?
Pertanyaan ini bukan jebakan untuk membuat Anda mengakui sesuatu yang membuat gugur. Pewawancara ingin melihat tiga hal: apakah Anda mengenal diri sendiri, apakah Anda bisa membicarakannya dengan tenang, dan yang paling penting, apakah Anda melakukan sesuatu untuk memperbaikinya.
Di Indonesia, pertanyaan ini hampir selalu datang berpasangan: "Apa kelebihan dan kekurangan Anda?" Biasanya ditanyakan di interview HRD, kadang setelah psikotes. Saat interview user, pertanyaannya bisa lebih tajam: "Kalau di pekerjaan, apa yang paling sering jadi kendala buat Anda?" Banyak kandidat menyiapkan kelebihan dengan matang tetapi menjawab kekurangan secara spontan, sehingga jawabannya terdengar ragu atau terlalu membela diri. Padahal bagian kekurangan inilah yang paling mudah membedakan kandidat yang benar-benar siap.
Bagaimana struktur jawaban yang baik?
Gunakan tiga langkah dan selesaikan dalam waktu kurang dari satu menit.
- Sebutkan kekurangannya dengan jelas. Satu sifat atau kebiasaan nyata: "Saya kurang tegas menolak permintaan", "Saya sering menunda hal yang saya anggap kecil".
- Beri satu contoh. Kapan kekurangan itu muncul dan apa akibatnya. Contoh ini membuktikan bahwa jawaban Anda bukan karangan.
- Jelaskan apa yang Anda lakukan sekarang. Kebiasaan baru, aplikasi yang Anda pakai, atau aturan untuk diri sendiri, ditambah perubahan yang sudah terlihat.
Jawaban harus berakhir pada perbaikan, bukan pada masalahnya. Kalimat terakhir itulah yang paling diingat pewawancara.
Cara memilih kekurangan yang tepat
Tulis tiga atau empat kekurangan yang memang Anda miliki, lalu baca lagi lowongannya. Coret yang menyangkut kemampuan utama posisi itu. Staf akuntansi yang mengaku "kurang teliti dengan angka" otomatis menutup peluangnya sendiri. Pilih kekurangan yang paling jauh dari inti pekerjaan dan yang sudah mulai Anda perbaiki.
Jika ditanya kelebihan dan kekurangan sekaligus
Mulailah dengan dua kelebihan, masing-masing dengan satu contoh singkat. Setelah itu sampaikan satu kekurangan dengan struktur di atas. Jaga keseimbangannya: kelebihan dulu, kekurangan cukup satu, lalu tutup dengan perbaikannya.
Contoh jawaban kekurangan diri saat interview
Ini contoh fiktif. Pilih kekurangan yang benar-benar Anda miliki.
Kurang percaya diri berbicara di depan umum: fresh graduate
Putri, lulusan Akuntansi dari Bandung, melamar sebagai staf finance.
"Kekurangan saya, saya kurang percaya diri saat harus presentasi di depan banyak orang. Waktu sidang skripsi, saya sudah menguasai materinya, tetapi suara saya bergetar dan beberapa poin terlewat. Sejak itu saya ikut komunitas public speaking di kampus dan rutin berlatih setiap dua minggu. Sekarang saya sudah lebih tenang, dan sebelum presentasi saya selalu berlatih dulu dengan suara keras."
Sulit menolak permintaan: staf administrasi
Ayu, tiga tahun sebagai staf admin di sebuah kantor cabang di Jakarta.
"Saya cenderung sulit menolak kalau rekan kerja minta tolong, jadi pekerjaan saya sendiri kadang menumpuk. Pernah satu kali laporan bulanan saya terlambat sehari karena saya membantu tiga permintaan lain di minggu yang sama. Sekarang setiap pagi saya membuat daftar prioritas, dan kalau ada permintaan tambahan, saya sampaikan kapan saya bisa membantu, bukan langsung bilang iya. Sejak itu laporan saya selalu tepat waktu."
Kurang mendelegasikan: team leader
Andi, baru setahun menjadi team leader customer service.
"Waktu pertama menjadi team leader, saya lebih sering mengambil alih komplain yang sulit daripada membimbing anggota tim. Akibatnya saya kewalahan dan tim tidak berkembang. Sekarang setiap minggu saya mengadakan sesi singkat membahas kasus sulit bersama tim, dan saya hanya turun tangan jika komplain sudah dieskalasi. Dua anggota tim kini sudah bisa menangani kasus yang dulu selalu saya pegang sendiri."
Kekurangan apa yang sebaiknya tidak disebutkan?
Kekurangan palsu. "Saya terlalu perfeksionis", "saya terlalu pekerja keras", "saya tidak bisa diam kalau pekerjaan belum selesai". Pewawancara tahu itu kelebihan yang disamarkan.
Kekurangan yang menjadi inti pekerjaan. Calon sales yang "tidak suka bertemu orang baru" atau sekretaris yang "kurang rapi" sedang menutup pintunya sendiri.
Kekurangan yang menyangkut integritas atau kedisiplinan dasar. "Saya sering terlambat" atau "saya mudah emosi" menimbulkan kekhawatiran serius, meskipun Anda punya rencana perbaikan.
Kekurangan tanpa tindakan. Tanpa langkah ketiga, yang tersisa hanya sisi negatifnya.
Jawaban bercanda. "Kekurangan saya, saya tidak bisa menolak gorengan" mungkin membuat tersenyum, tetapi Anda tetap harus memberi jawaban yang serius setelahnya.
Pertanyaan lanjutan apa yang biasanya muncul?
Pewawancara yang baik jarang berhenti di jawaban pertama. Siapkan diri untuk:
- "Bisa beri contoh lain?" Simpan satu situasi cadangan.
- "Kalau kami tanya atasan Anda sebelumnya, apa kata beliau?" Jawaban Anda harus masuk akal bagi orang yang pernah melihat Anda bekerja.
- "Ada kekurangan lain?" Siapkan satu lagi yang lebih singkat.
- "Bagaimana kekurangan itu bisa berpengaruh di posisi ini?" Jawab dengan jujur, lalu jelaskan cara Anda membatasinya.
Bagaimana cara berlatih menjawabnya?
Jawaban tentang kekurangan sering terdengar lebih defensif saat diucapkan daripada saat ditulis. Ucapkan dengan suara keras, rekam, dan dengarkan nadanya: Anda harus terdengar tenang, bukan sedang membela diri. Lalu minta teman mengajukan pertanyaan lanjutan di atas secara berurutan. Untuk menempatkan pertanyaan ini dalam keseluruhan persiapan, ikuti panduan persiapan interview kerja.
Apa yang perlu disiapkan selanjutnya?
Pertanyaan tentang kekurangan biasanya muncul di tengah interview. Siapkan pembukaannya dengan ceritakan tentang diri Anda, dan penutupnya dengan mengapa kami harus menerima Anda: di situlah Anda kembali menonjolkan apa yang Anda bawa.
Pertanyaan umum
Bolehkah menjawab "saya tidak punya kekurangan"?
Sebaiknya tidak. Jawaban itu terdengar seperti kurang mengenal diri sendiri atau tidak mempersiapkan interview. Semua orang punya hal yang sedang diperbaiki, dan pewawancara ingin melihat cara Anda menghadapinya.
Apakah boleh menyebut kekurangan yang berhubungan dengan sifat, misalnya pemalu?
Boleh, asalkan Anda menunjukkan dampaknya di pekerjaan dan apa yang Anda lakukan. Pemalu bisa jadi jawaban yang baik untuk posisi analis, tetapi berisiko untuk posisi sales yang setiap hari bertemu klien.
Apakah kekurangan di psikotes harus sama dengan jawaban saat interview?
Tidak harus sama persis, tetapi jangan bertentangan. Jika hasil tes atau jawaban Anda di formulir menunjukkan sesuatu, pewawancara bisa menanyakannya. Jawaban yang jujur sejak awal lebih mudah dipertahankan.
Berapa lama jawaban tentang kekurangan sebaiknya?
Kurang dari satu menit. Satu kalimat untuk kekurangannya, satu atau dua kalimat contoh, lalu sisanya untuk langkah perbaikan dan hasilnya.