Interview via telepon: pertanyaan yang sering muncul dan cara menjawabnya
Interview via telepon adalah tahap seleksi awal selama 15 sampai 30 menit, di mana HRD memastikan latar belakang, motivasi, ekspektasi gaji, dan kapan Anda bisa mulai bekerja sesuai dengan posisi. Siapkan jawaban singkat untuk perkenalan diri, alasan melamar, alasan pindah kerja, gaji, dan ketersediaan, lalu latih dengan mengucapkannya langsung.
Interview via telepon adalah tahap seleksi awal, biasanya 15 sampai 30 menit, di mana HRD memastikan bahwa latar belakang, motivasi, ekspektasi gaji, dan kapan Anda bisa mulai bekerja cocok dengan posisi yang dibuka. Pertanyaannya cukup mudah ditebak, jadi dengan menyiapkan sepuluh jawaban singkat dan melatihnya secara lisan, sebagian besar percakapan sudah tertangani.
Apa yang dinilai HRD dalam interview via telepon?
Dalam interview telepon, HRD tidak menguji semua keahlian Anda. Tugasnya adalah memutuskan apakah Anda layak diteruskan ke interview HRD lengkap atau langsung ke interview user. Untuk itu, ada lima hal yang dicek:
- Kecocokan dasar: apakah pendidikan, pengalaman, dan keahlian Anda memenuhi kualifikasi wajib di lowongan?
- Motivasi: apakah Anda benar-benar tertarik pada posisi ini, atau melamar ke mana saja?
- Gaji: apakah ekspektasi Anda masuk dalam anggaran perusahaan?
- Ketersediaan: kapan bisa mulai, masa pemberitahuan (one month notice atau lebih), domisili, kesediaan bekerja di kantor atau ditempatkan di kota lain.
- Komunikasi: apakah Anda bisa menjelaskan pengalaman dengan jelas dan ringkas.
Apa bedanya dengan tahap interview berikutnya?
Interview berikutnya, terutama interview user dengan calon atasan, menggali bagaimana Anda akan mengerjakan pekerjaannya. Interview telepon hanya menjawab satu pertanyaan: apakah Anda layak dipanggil? Karena itu jawabannya harus pendek, faktual, dan tidak terlalu teknis. Perbedaan kedua tahap ini dijelaskan di panduan interview HRD dan interview user.
Satu hal lagi: lewat telepon, pewawancara hanya mendengar suara Anda. Jeda panjang, "eee", dan nada ragu terdengar lebih jelas dibanding saat bertatap muka.
10 pertanyaan yang sering muncul dan struktur jawabannya
1. "Silakan perkenalkan diri Anda."
Sekitar satu menit: posisi atau kegiatan Anda sekarang, satu atau dua pengalaman yang paling relevan, lalu mengapa posisi ini langkah berikutnya yang masuk akal. Jangan membacakan CV dari awal. Lihat contohnya di panduan ceritakan tentang diri Anda.
2. "Mengapa Anda melamar posisi ini?"
Sebutkan satu atau dua hal dari lowongan yang cocok dengan pengalaman atau tujuan Anda, ditambah satu alasan yang khusus tentang perusahaan ini.
3. "Mengapa ingin pindah dari pekerjaan sekarang?"
Fokus ke depan: apa yang ingin Anda kerjakan lebih banyak. Jangan menjelekkan atasan atau kantor lama. Dua kalimat sudah cukup.
4. "Apa yang Anda ketahui tentang perusahaan kami?"
Apa yang dijual atau dikerjakan perusahaan, siapa pelanggannya, dan satu kabar terbaru. Sepuluh menit membuka situs dan media sosial perusahaan sebelum telepon sudah memadai.
5. "Ceritakan pekerjaan Anda saat ini."
Satu kalimat tentang tanggung jawab, lalu satu pencapaian konkret. Katakan "saya", bukan "kami".
6. "Berapa gaji yang Anda harapkan?"
Pertanyaan ini hampir pasti muncul. Cara menjawabnya dibahas di bagian khusus di bawah.
7. "Kapan Anda bisa mulai bekerja?"
Sebutkan masa pemberitahuan sesuai kontrak Anda, misalnya satu bulan. Jika Anda sudah resign atau belum bekerja, katakan bahwa Anda bisa mulai segera.
8. "Apakah Anda bersedia ditempatkan di luar kota?"
Jawab dengan jelas, ya atau tidak, beserta syaratnya jika ada. Jawaban "lihat nanti" hanya membuang waktu kedua belah pihak.
9. "Apakah sedang ikut proses rekrutmen di tempat lain?"
Jujur saja tanpa menyebut nama perusahaan: "Ada dua proses yang sedang berjalan, tetapi posisi ini paling sesuai dengan yang saya cari karena…" Ucapkan bagian terakhir hanya kalau memang benar.
10. "Ada yang ingin ditanyakan?"
Selalu siapkan dua atau tiga pertanyaan. Contohnya ada di bawah.
Bagaimana menjawab pertanyaan ekspektasi gaji?
Di Indonesia, gaji hampir selalu dibicarakan per bulan. Yang sering membingungkan adalah perbedaan gaji kotor (gross) dan take home pay, yaitu yang benar-benar masuk ke rekening setelah dipotong PPh 21 dan iuran BPJS. Sebelum telepon, siapkan tiga hal:
- Rincian gaji Anda sekarang: gaji pokok, tunjangan tetap, dan berapa take home pay-nya.
- Riset kisaran gaji: untuk posisi, tingkat pengalaman, dan kota yang sama, dari lowongan sejenis, situs informasi gaji, dan teman di bidang yang sama.
- Rentang Anda sendiri: bukan satu angka, tetapi rentang yang batas bawahnya pun masih bisa Anda terima.
Contoh fiktif: Dewi, tiga tahun pengalaman sebagai staf digital marketing di Jakarta.
"Saat ini gaji saya sekitar 8 juta per bulan, gross, termasuk tunjangan. Melihat tanggung jawab posisi ini, saya berharap di kisaran 10 sampai 11 juta gross per bulan. Tentu saya terbuka untuk membicarakan paket keseluruhannya, termasuk tunjangan dan bonus."
Selalu sebutkan apakah angka Anda gross atau take home pay, agar tidak ada salah paham saat penawaran. Jika Anda lebih nyaman tidak menyebut angka lebih dulu, Anda boleh bertanya dengan sopan: "Boleh saya tahu kisaran anggaran untuk posisi ini?" Sebagian HRD akan menjawab, sebagian tetap meminta angka Anda; saat itu, sebutkan rentang Anda. Untuk fresh graduate, cara menjawabnya sedikit berbeda dan dibahas di panduan interview kerja tanpa pengalaman.
Persiapan teknis: tempat, catatan, dan etika video call
Tempat yang tenang. Pilih ruangan yang jauh dari suara kendaraan, TV, atau obrolan. Cek sinyal sebelumnya; kalau sinyal lemah, gunakan Wi-Fi atau earphone dengan mikrofon.
Yang ada di depan Anda. CV, deskripsi lowongan dengan kualifikasi penting yang sudah ditandai, rincian gaji, tanggal paling cepat Anda bisa mulai, dan daftar pertanyaan Anda. Semua itu untuk mengingatkan, bukan untuk dibaca: suara orang yang membaca langsung terdengar di telepon.
Jika lewat video call. Kamera sejajar mata, cahaya dari depan wajah, latar belakang rapi. Pakaian rapi setidaknya untuk bagian atas tubuh, tetapi lebih aman berpakaian lengkap. Saat berbicara, lihat ke kamera, bukan ke layar. Matikan notifikasi dan tutup tab lain. Buka tautan lima menit lebih awal untuk mengecek suara dan kamera.
Kalau terlewat panggilan. Telepon balik atau kirim pesan di hari yang sama: "Selamat siang, saya [nama], mohon maaf tadi tidak sempat mengangkat telepon dari Bapak/Ibu. Kapan waktu yang tepat untuk saya hubungi kembali?" Ini hal yang biasa.
Kalau ditelepon mendadak saat belum siap. Jika Anda sedang di jalan atau di tempat ramai, katakan: "Terima kasih sudah menghubungi, saya tertarik dengan posisi ini. Apakah bisa kita lanjutkan pukul empat sore nanti?" Menjadwalkan ulang jauh lebih baik daripada berbicara di tengah kebisingan.
Apa yang sebaiknya ditanyakan di akhir interview telepon?
Dua atau tiga pertanyaan sudah cukup, terutama yang hanya bisa dijawab HRD:
- "Bagaimana tahapan seleksi selanjutnya, dan dengan siapa?"
- "Apa yang paling dicari oleh user untuk posisi ini?"
- "Posisi ini posisi baru atau menggantikan seseorang?"
- "Berapa hari dalam seminggu bekerja dari kantor?"
Hindari langsung bertanya soal cuti, bonus, atau THR di telepon pertama jika HRD belum membuka pembicaraan soal kompensasi. Contoh pertanyaan lain bisa Anda lihat di panduan pertanyaan di akhir interview.
Kesalahan yang sering terjadi saat interview telepon
Jawaban terlalu panjang. Di telepon, lebih singkat lebih baik. HRD akan bertanya lagi jika butuh detail.
Angka gaji tanpa riset. Angka yang terlalu tinggi bisa menggugurkan Anda, angka yang terlalu rendah merugikan Anda sendiri.
Tidak jelas soal ketersediaan. Sebutkan tanggal atau masa pemberitahuan yang pasti.
Membaca catatan. Suara jadi datar, dan Anda tersendat ketika ada pertanyaan lanjutan.
Tidak punya pertanyaan di akhir. Ini terkesan kurang tertarik.
Bagaimana cara berlatih interview telepon secara lisan?
- Tulis jawaban untuk sepuluh pertanyaan di atas dalam bentuk poin, bukan kalimat lengkap.
- Minta teman menelepon Anda dan mengajukan pertanyaan, supaya Anda terbiasa berbicara tanpa melihat lawan bicara.
- Ulangi jawaban soal gaji dan ketersediaan tiga atau empat kali dengan suara keras; di bagian inilah orang paling sering ragu.
- Rekam satu simulasi lengkap dan dengarkan. Jawaban yang lebih dari satu setengah menit perlu dipangkas.
Setelah lolos tahap ini, biasanya Anda diundang ke interview HRD lengkap atau langsung interview user, tempat pertanyaannya lebih mendalam.
Pertanyaan umum
Berapa lama interview via telepon biasanya berlangsung?
Umumnya 15 sampai 30 menit. Ada juga yang hanya 5 sampai 10 menit untuk mengonfirmasi data seperti gaji, domisili, dan ketersediaan, sebelum Anda diundang ke interview HRD lengkap atau interview user.
Apakah interview telepon bisa langsung menentukan gugur atau lolos?
Bisa. Tahap ini adalah saringan pertama. Ekspektasi gaji yang jauh di luar anggaran, masa pemberitahuan yang terlalu panjang, atau jawaban yang tidak jelas bisa membuat Anda tidak dilanjutkan ke tahap berikutnya.
Bagaimana kalau HRD menghubungi lewat WhatsApp?
Itu cukup umum. Balas dengan bahasa yang sopan dan lengkap, sebutkan nama Anda, dan konfirmasi jadwal dengan jelas. Jika panggilannya lewat WhatsApp call, perlakukan sama seperti telepon biasa: tempat tenang, CV di depan Anda.
Perlukah mengirim pesan setelah interview telepon?
Sebaiknya ya, pada hari yang sama. Cukup ucapan terima kasih singkat dan penegasan minat Anda pada posisi tersebut. Jika HRD menyebut waktu pengumuman dan belum ada kabar setelahnya, Anda boleh menanyakan sekali dengan sopan.
Apakah interview telepon bisa dalam bahasa Inggris?
Bisa, terutama di perusahaan multinasional. Kadang HRD sengaja berganti ke bahasa Inggris di tengah percakapan untuk menguji kemampuan Anda. Siapkan perkenalan diri dan alasan melamar dalam bahasa Inggris juga.