"Kenapa Anda ingin resign?": cara menjawab alasan pindah kerja saat interview
Jawab dengan singkat, jujur, dan berorientasi ke depan: sebutkan satu alasan yang sekaligus menjelaskan kenapa posisi ini menarik bagi Anda, dan jangan menjelekkan perusahaan, atasan, atau rekan kerja lama. Pewawancara ingin memastikan tidak ada tanda bahaya dan Anda tidak akan resign lagi dalam waktu dekat.
Saat ditanya "Kenapa Anda ingin resign?" atau "Kenapa ingin pindah kerja?", jawab dengan singkat, jujur, dan berorientasi ke depan: satu alasan yang jelas, hubungkan dengan posisi yang Anda lamar, dan jangan menjelekkan perusahaan, atasan, atau rekan kerja lama. Pewawancara tidak sedang menggali riwayat hidup Anda, tetapi mengecek tiga hal: ada tanda bahaya atau tidak, masuk akal atau tidak perpindahannya, dan apakah Anda akan resign lagi dalam beberapa bulan.
Kenapa HRD menanyakan alasan resign?
Pertanyaan ini muncul di hampir setiap interview, biasanya di awal, baik saat interview HRD maupun interview user. Di baliknya ada tiga pengecekan.
- Tanda bahaya. Konflik, diberhentikan, atau terlalu sering pindah kerja. HRD ingin tahu apakah hal itu bisa terulang di tempat mereka.
- Kecocokan dengan posisi ini. Alasan Anda keluar harus menjelaskan kenapa Anda melamar ke sini. Jika ingin berkembang tetapi melamar posisi dan tugas yang sama persis, pewawancara akan bertanya-tanya.
- Komitmen. Rekrutmen dan onboarding butuh waktu dan biaya. Jika semua jawaban terdengar seperti "kabur dari yang buruk", pewawancara akan menduga Anda juga akan kabur dari sini begitu ada kesulitan.
Bagaimana menyusun jawabannya: "menuju", bukan "kabur dari"
Aturan utamanya: bicarakan apa yang Anda tuju, bukan apa yang Anda hindari. Situasi yang sama bisa terdengar sangat berbeda:
- "Atasan saya tidak memberi kesempatan berkembang" — kabur dari.
- "Saya sudah menguasai tugas saya dan ingin memegang proyek dari awal sampai akhir, sementara struktur di kantor sekarang belum memungkinkan" — menuju.
Struktur jawaban 30–60 detik:
- Apa yang Anda kerjakan dan pelajari — satu kalimat tentang posisi sekarang.
- Alasan keluar — jujur dan netral, satu atau dua kalimat.
- Hubungan dengan lowongan ini — apa yang Anda cari dan ada di sini.
Tidak perlu membela diri atau bercerita panjang. Jika pewawancara ingin tahu lebih, ia akan bertanya lagi.
Contoh jawaban untuk berbagai situasi
Semua contoh di bawah ini fiktif.
Ingin berkembang dan memegang tanggung jawab lebih besar
"Tiga tahun saya menjadi staf accounting di bagian utang usaha dan sudah menanganinya sendiri. Saya ingin pindah ke siklus penuh sampai laporan keuangan, tetapi di kantor sekarang bagian itu dipegang supervisor dan strukturnya belum akan berubah. Lowongan ini justru mencakup pembukuan sampai pelaporan." — Dewi, staf accounting, Surabaya
Ingin pindah bidang
"Lima tahun saya bekerja sebagai kepala toko ritel, dan bagian yang paling saya sukai adalah membaca data penjualan dan merencanakan stok. Saya sudah mengikuti kursus analisis data dan ingin melakukannya setiap hari, jadi saya melamar posisi data analyst di perusahaan ritel." Untuk situasi seperti ini, baca juga interview pindah karier.
Alasan gaji
Gaji adalah alasan yang wajar, tetapi jangan jadikan satu-satunya. "Dalam dua tahun peran saya bertambah: saya memegang klien utama dan melatih karyawan baru, tetapi jenjangnya tetap sama. Saya mencari posisi di mana tanggung jawab dan kompensasinya sejalan, dan posisi senior account executive ini sesuai." Cara membicarakan angka ada di panduan gaji yang diharapkan saat interview.
Pindah domisili atau alasan keluarga
"Saya dan keluarga pindah ke Bandung, jadi saya mencari pekerjaan di sini. Posisi saya di kantor sekarang tidak bisa dikerjakan secara remote." Tidak perlu menceritakan urusan pribadi lebih jauh; satu kalimat cukup.
Terkena PHK atau restrukturisasi
Ini bukan kesalahan Anda, jadi tidak perlu malu. "Perusahaan menutup cabang regional, dan seluruh tim saya terkena PHK. Selama dua tahun di sana saya menangani pembukaan tiga klien korporat baru, dan saya ingin melanjutkan di bidang yang sama." — Arif, account manager, Medan
Kontrak habis
"Saya bekerja dengan kontrak PKWT satu tahun untuk proyek implementasi sistem. Proyeknya selesai dan kontrak berakhir sesuai jadwal. Selama setahun itu saya memegang administrasi kepegawaian secara penuh, dan sekarang saya mencari posisi tetap." Jika ada, paklaring atau surat keterangan kerja dari kantor lama membantu memperkuat cerita Anda.
Diberhentikan
Situasi paling sulit. Aturannya: jujur, singkat, tanpa menyalahkan, dan sebutkan pelajarannya. "Setelah masa percobaan, saya dan atasan sepakat bahwa saya kurang cocok di posisi itu: targetnya lebih ke cari klien baru, sementara kekuatan saya ada di menjaga hubungan dengan klien yang sudah ada. Sekarang saya lebih teliti menanyakan tugas sebelum menerima tawaran, dan posisi ini memang fokus ke account management." Jangan mengarang versi lain, karena bisa dicek.
Ada jeda atau sudah keluar lebih dulu
"Saya resign bulan Maret untuk menyelesaikan sertifikasi yang sulit dijalani sambil bekerja. Sekarang sertifikasinya sudah selesai dan saya bisa mulai kapan saja." Bicarakan jeda sebagai keputusan, bukan kegagalan.
Lingkungan kerja toxic
Jangan bilang "lingkungan kantor saya toxic", meskipun itu benar: pewawancara hanya mendengar satu sisi dan bisa mulai meragukan Anda. Sebutkan apa yang Anda cari, bukan apa yang buruk. "Bagi saya penting bekerja di tim yang terbuka membahas keputusan dan punya proses yang jelas. Dari obrolan tadi, sepertinya tim di sini bekerja seperti itu, dan itu salah satu pertimbangan utama saya."
Kesalahan apa yang paling sering terjadi?
- Menjelekkan kantor lama. Bahkan kalimat halus seperti "manajemennya kurang jelas" terdengar seperti masalah di masa depan.
- Berbohong. Bilang "ingin berkembang" padahal terkena PHK. Faktanya mudah dicocokkan.
- Terlalu banyak cerita. Lima menit tentang konflik dengan atasan merugikan Anda, meskipun Anda yang benar.
- Hanya menyebut uang. Pewawancara akan mengira Anda mudah dibajak perusahaan lain.
- Terdengar akan pindah lagi. "Saya cepat bosan" atau "ingin mencoba banyak hal" adalah tanda bahaya.
Pertanyaan ini sering berpasangan dengan mengapa ingin bekerja di perusahaan ini. Pastikan kedua jawaban saling melengkapi.
Bagaimana melatih jawaban dengan suara keras?
Tulis jawaban Anda dalam empat atau lima kalimat, lalu ucapkan dengan suara keras beberapa kali. Saat diucapkan, langsung terdengar di mana nada kesal muncul atau di mana Anda mulai membela diri. Buang yang tidak perlu sampai jawabannya kurang dari satu menit dan terdengar tenang. Minta teman memberi pertanyaan lanjutan seperti "Memangnya apa yang tidak cocok?" dan siapkan jawaban yang sama singkatnya.
Anda juga bisa berlatih dalam percakapan langsung di Hopali, interview suara dengan perekrut AI di browser.
Pertanyaan umum
Bolehkah menyebut gaji sebagai alasan resign?
Boleh, asal bukan satu-satunya alasan dan tidak terdengar mengeluh. Misalnya: "Tanggung jawab saya sudah bertambah, sementara jenjang di posisi sekarang sudah mentok, jadi saya mencari peran di mana tanggung jawab dan kompensasinya sejalan." Jika hanya bilang "gajinya kecil", pewawancara akan berpikir Anda akan pindah lagi ke penawar tertinggi.
Apakah perusahaan baru akan mengecek ke kantor lama?
Kadang ya. Ada perusahaan yang meminta kontak referensi atau melakukan reference check, terutama untuk posisi yang lebih senior. Karena itu, versi cerita Anda harus sama dengan yang mungkin disampaikan atasan lama. Cara penyampaiannya boleh halus, tetapi faktanya jangan diubah.
Bagaimana kalau saya belum bilang ke kantor sekarang bahwa saya sedang melamar?
Itu wajar, banyak orang mencari kerja sambil masih bekerja. Jika ditanya, jawab saja: "Saya belum mengajukan resign. Setelah ada offering letter, saya perlu menjalani one month notice." Minta juga agar kantor sekarang tidak dihubungi sebelum ada penawaran.
Saya baru bekerja tiga bulan dan sudah ingin pindah. Bagaimana menjelaskannya?
Akui dengan tenang dan jelaskan singkat apa yang tidak sesuai serta apa yang kini Anda cek sebelum menerima pekerjaan. Contoh: "Ternyata pekerjaannya lebih banyak sales lapangan, bukan analisis seperti di deskripsi. Sekarang saya selalu bertanya detail tugas sejak interview." Tunjukkan bahwa pilihan Anda kali ini lebih matang.
Baca juga
- Pertanyaan interview magang dan contoh jawabannya
- Pertanyaan interview kerja yang paling sering muncul dan cara menjawabnya
- Persiapan interview kerja: langkah demi langkah dari seminggu sebelumnya
- Interview pindah karier: cara menceritakan perpindahan dan menjawab keberatan HRD
- "Mengapa Anda ingin bekerja di perusahaan ini?" Cara menjawab dan contohnya