Pertanyaan interview magang dan contoh jawabannya
Di interview magang, perusahaan tidak mencari pengalaman kerja, melainkan motivasi, kemauan belajar, pengetahuan dasar jurusan, dan sikap yang bisa diandalkan. Pertanyaan yang paling sering muncul seputar kuliah Anda, alasan memilih program magang ini, proyek kampus atau organisasi, kelebihan dan kekurangan, serta jadwal dan durasi magang.
Di interview magang, perusahaan tidak mengharapkan Anda punya pengalaman kerja. Yang dinilai adalah motivasi, kemauan dan kecepatan belajar, pengetahuan dasar dari jurusan Anda, serta sikap yang bisa diandalkan. Pertanyaannya cenderung itu-itu saja: tentang kuliah, alasan memilih magang ini, proyek kampus dan organisasi, kelebihan dan kekurangan, serta jadwal dan durasi magang.
Apa yang dicari perusahaan dari calon peserta magang?
Bagi perusahaan, peserta magang adalah investasi: ada mentor yang meluangkan waktu untuk membimbing. Karena itu, yang dilihat adalah potensi, bukan pengalaman.
- Motivasi. Anda paham apa yang dikerjakan tim tersebut dan memang ingin belajar di bidang itu, bukan sekadar "yang penting dapat tempat magang".
- Kemauan belajar. Anda pernah mempelajari sesuatu sendiri: kursus online, software baru, bahasa asing, atau topik baru untuk tugas akhir.
- Pengetahuan dasar. Dasar-dasar jurusan Anda: spreadsheet dan statistik untuk calon analis, desain komunikasi visual untuk calon desainer, akuntansi dasar untuk magang di bagian keuangan.
- Bisa diandalkan. Datang tepat waktu, menyelesaikan tugas, dan memberi kabar kalau ada kendala.
Jika Anda bingung bagaimana membicarakan diri sendiri tanpa pengalaman kerja sama sekali, baca juga interview kerja tanpa pengalaman. Panduan ini fokus pada konteks magang.
Pertanyaan apa yang muncul tentang diri dan kuliah Anda?
"Silakan perkenalkan diri Anda." Struktur: kuliah di mana dan semester berapa, bidang yang paling Anda minati di jurusan, satu contoh yang membuktikannya, dan alasan Anda melamar ke sini. Sekitar satu menit.
Contoh fiktif: "Nama saya Nadia, mahasiswi semester enam Ilmu Komunikasi. Bidang yang paling saya minati adalah konten digital. Di mata kuliah Komunikasi Pemasaran, kelompok saya mengelola akun media sosial UMKM keripik di dekat kampus selama dua bulan, dan saya yang menyusun kalender kontennya. Karena itu saya tertarik dengan program magang di tim social media di sini."
"Kenapa memilih jurusan ini?" Tidak perlu cerita panjang soal masuk kuliah. Satu alasan jujur dan bagaimana minat itu berkembang selama kuliah sudah cukup.
"Mata kuliah apa yang paling Anda kuasai?" Pilih satu atau dua yang berhubungan dengan posisi magang dan jelaskan apa yang Anda kuasai darinya.
Bagaimana menjawab "Kenapa Anda ingin magang di sini?"
Ini pertanyaan terpenting. Struktur jawaban: apa yang Anda ketahui tentang perusahaan atau timnya, apa yang ingin Anda pelajari, dan apa yang sudah bisa Anda bantu sekarang.
Contoh fiktif: "Saya membaca bahwa peserta magang di sini ikut menangani proyek tim yang sebenarnya, bukan hanya tugas administrasi. Saya ingin belajar quality control di pabrik makanan secara langsung. Sementara itu, saya terbiasa teliti mencatat data, karena di praktikum Teknologi Pangan saya yang bertanggung jawab atas logbook kelompok."
Kesalahan yang sering terjadi: hanya bicara soal kebutuhan diri sendiri, seperti "saya butuh pengalaman" atau "untuk syarat kelulusan". Itu memang benar, tetapi perusahaan ingin tahu apa yang Anda bawa untuk timnya. Panduan lengkapnya ada di mengapa ingin bekerja di perusahaan ini.
Bagaimana menceritakan proyek kampus, organisasi, dan kerja paruh waktu?
Tugas besar, skripsi, BEM atau himpunan, kepanitiaan acara kampus, KKN, jualan online, menjadi guru les: semuanya adalah pengalaman, asal Anda menceritakannya seperti tugas kerja. Gunakan pola: tantangannya apa, apa yang Anda lakukan sendiri, hasilnya, dan apa pelajarannya.
Contoh fiktif: "Saya menjadi bendahara panitia seminar nasional himpunan. Dua minggu sebelum acara, salah satu sponsor batal. Saya menyusun ulang anggaran, memangkas pos konsumsi, dan bersama divisi humas mencari dua sponsor kecil pengganti. Acara tetap jalan tanpa defisit. Dari situ saya belajar mengatur prioritas di bawah tekanan."
Pertanyaan yang sering muncul di bagian ini:
- "Ceritakan proyek atau kegiatan yang paling Anda banggakan."
- "Bagaimana Anda bekerja dalam tim? Apa yang Anda lakukan kalau ada anggota yang tidak mengerjakan bagiannya?"
- "Ceritakan saat Anda harus cepat mempelajari hal yang belum Anda kuasai."
Gunakan kata "saya", bukan hanya "kami": pewawancara ingin tahu kontribusi Anda sendiri.
Apa jawaban yang baik soal kelebihan dan kekurangan?
Kelebihan: satu sifat yang dibutuhkan di posisi magang itu, lengkap dengan contoh singkat. Contoh fiktif: "Saya teliti. Saat KKN, saya yang merapikan data penerima bantuan di desa, dan kepala desa memakai tabel saya untuk laporannya."
Kekurangan: sesuatu yang nyata, tidak fatal untuk posisinya, dan apa yang sedang Anda lakukan untuk memperbaikinya. Contoh fiktif: "Saya kurang percaya diri presentasi di depan banyak orang. Semester ini saya sengaja mengajukan diri menjadi presenter kelompok di setiap mata kuliah, dan sekarang sudah jauh lebih tenang." Hindari "saya terlalu perfeksionis" tanpa contoh, karena terdengar hafalan.
Pertanyaan praktis apa yang perlu disiapkan?
Di interview magang, pertanyaan praktis sering menentukan. Siapkan jawabannya sejak awal.
- Periode dan durasi. Kapan bisa mulai dan berapa bulan. Jika magang ini wajib dari kampus, sebutkan minimal durasi yang disyaratkan prodi Anda.
- Jadwal. Apakah masih ada kuliah, berapa hari per minggu Anda bisa hadir, bagaimana saat UTS dan UAS.
- Lokasi dan sistem kerja. WFO, WFH, atau hybrid, dan berapa lama perjalanan ke kantor.
- Dokumen dari kampus. Jika magang dihitung sebagai mata kuliah, tanyakan apakah perusahaan bisa menerima surat pengantar dari kampus, menandatangani penilaian, dan menunjuk pembimbing lapangan.
Contoh fiktif: "Saya bisa mulai tanggal 1 Februari selama empat bulan, sesuai syarat magang dari prodi saya. Semester ini kuliah saya tinggal satu mata kuliah di hari Sabtu, jadi Senin sampai Jumat saya bisa penuh. Kampus akan memberikan surat pengantar dan form penilaian untuk pembimbing lapangan."
Pertanyaan apa yang bisa Anda ajukan di akhir interview?
Pertanyaan di akhir menunjukkan minat dan membantu Anda menilai apakah magang ini cocok.
- "Seperti apa hari-hari peserta magang di tim ini?"
- "Apakah saya akan punya mentor, dan seberapa sering ada evaluasi?"
- "Tugas apa yang biasanya diberikan di bulan pertama?"
- "Apakah ada kesempatan lanjut sebagai karyawan setelah magang, dan apa yang biasanya menentukan?"
Ide lainnya ada di pertanyaan di akhir interview.
Kesalahan apa yang paling sering terjadi di interview magang?
- Tidak tahu sedang melamar ke mana. Tidak membaca tentang perusahaan dan tidak paham pekerjaan divisinya.
- Minta maaf karena belum berpengalaman. "Maaf, saya belum punya pengalaman apa-apa" adalah pembuka yang lemah. Pengalaman Anda adalah kuliah, organisasi, dan proyek.
- Menjanjikan jadwal yang tidak realistis. Bilang bisa lima hari penuh padahal masih ada kuliah pagi.
- Jawaban terlalu umum. "Saya orangnya bertanggung jawab dan mudah bergaul" tanpa satu pun contoh.
- Tidak bertanya apa pun di akhir. Terkesan kurang berminat.
Bagaimana cara berlatih dengan suara keras?
Tulis sepuluh pertanyaan dari panduan ini dan siapkan satu contoh untuk masing-masing dari kuliah, organisasi, atau kerja paruh waktu. Lalu ucapkan jawabannya dengan suara keras beberapa kali: di kertas semuanya terasa lancar, tetapi saat diucapkan Anda sadar bagian mana yang terlalu panjang atau di mana Anda kehilangan alur. Minta teman satu angkatan bertanya secara acak. Panduan persiapan lengkapnya ada di persiapan interview kerja.
Anda juga bisa berlatih di Hopali, interview suara dengan perekrut AI di browser yang menyusun pertanyaan dari CV dan lowongan magang Anda.
Pertanyaan umum
Apakah boleh bertanya soal uang saku magang?
Boleh, asalkan disampaikan dengan sopan dan sebaiknya di akhir, jika informasinya tidak ada di lowongan: "Mohon izin bertanya, Kak, apakah program magang ini ada uang saku dan bagaimana sistem kerjanya?" Itu pertanyaan praktis yang wajar. Jangan jadikan uang saku satu-satunya hal yang Anda tanyakan.
Perlukah membawa CV kalau belum pernah bekerja?
Perlu. CV mahasiswa berisi pendidikan dan IPK jika mendukung, proyek kuliah, organisasi dan kepanitiaan, lomba, kerja paruh waktu, serta keterampilan. Satu halaman sudah cukup. Taruh di bagian atas pengalaman yang paling dekat dengan posisi magangnya.
Bagaimana jika interview magang dilakukan dalam bahasa Inggris?
Beberapa perusahaan menguji bahasa Inggris sejak tahap magang. Siapkan minimal perkenalan diri, alasan memilih magang ini, dan satu cerita proyek dalam bahasa Inggris, lalu latih dengan suara keras. Kalimat sederhana yang lancar lebih baik daripada kalimat rumit yang tersendat.
Apa yang harus dilakukan jika diberi studi kasus saat interview magang?
Pikirkan dengan suara keras: data apa yang Anda punya, asumsi Anda, dan langkah pertama yang akan Anda ambil. Untuk peserta magang, cara berpikir dinilai lebih penting daripada jawaban yang sempurna. Jika ada yang tidak Anda ketahui, katakan terus terang dan jelaskan bagaimana Anda akan mencarinya.
Baca juga
- "Kenapa Anda ingin resign?": cara menjawab alasan pindah kerja saat interview
- Pertanyaan interview kerja yang paling sering muncul dan cara menjawabnya
- Persiapan interview kerja: langkah demi langkah dari seminggu sebelumnya
- Interview kerja tanpa pengalaman: tips dan contoh jawaban untuk fresh graduate
- Pertanyaan di akhir interview: apa yang sebaiknya ditanyakan ke HRD dan user